BERSYUKUR SETIAP SAAT
Namaku : AIMAR SHACHER AWWALUDIN KARIM
No Peserta ku : 144/144.072
Dari begitu bangun pagi di kamar lantai atas sampai
turun ke lantai bawah,sudah berapa kali saya mengucapkan terima kasih dan
bersyukur?mungkin sudah lima kali sampai tujuh kali.Dalam satu hari?Berapa kali
saya berterima kasih dan bersyukur di dalam hati?Berapa kali yang saya ucapkan
dengan lantang bersuara dengan orang lain?Mungkin bisa 50 sampai 100 kali,bisa
jadi lebih,karena tidak saya hitung.
Tidak praktis kedengarannya? Kok ya aneh
mengucapkan terima kasih sampai puluhan kali dan satu hari? Bahkan ratusan
kali? Jawabannya mudah saja: dengan berterima kasih dan syukur, kita selalu
mencari sisi positif dalam segala sesuatu. Dengan mencari sisi positif, maka
diri kita menjadi semakin positif dalam melihat segala sesuatu. Pasti ada putih
setitik di dalam hitam kelam dan hitam setitik di dalam putih bersih.
Dengan selalu mengingat kelimpahan kita, otak kita
mencetak keyakinan (believe) bahwa memang benar kita hidup dalam kelimpahan.
Maka, semua perbuatan kita didasari oleh keyakinana ini, termasuk persepsi diri
kita sebagai personafikasi dari sukses.Lantas, sampai kapan perlu mengucapkan terima kasih
dan bersyukur berpuluh-puluh kali tersebut? Sepanjang hayat.
Ah,tidak praktis, mungkin ada yang
berpendapat demikian. Sekali lagi bahwa ini tidak mengajarkan untuk sukses
dalam semalam, namun dengan mengubah midseat
(pola pikir) maka segala
faktor eksternal yang sering menjadi aktribut orang sukses akan datang dengan sendirinya
bagaikan arus sungai
Berterima kasih dan bersyukur toh
tidak memerlukan modal uang maupun sumber daya apa pun.Intinya hanya satu,
yaitu kemampuan keras untuk mengubah diri. Jangan pikirkan “pahala” yang anda
dapat dari perbuatan ini dulu. Jangan juga berharap nasib yang akan berubah
dalam sekejap. Yang jelas, dengan mengucapkan terima kasih kepada orang lain
tanpa ada rasa kepaksaan dan rasa canggung saja sudah merupakan jembatan kita
ke dalam hati orang itu.
“TERIMA KASIH” tidak akan
pernah ditolak oleh orang lain, malah biasanya disambut dengan senyum dan hati
yang sedikit lebih lembut dari pada sebelumnya. Ini saja sudah merupakan magnit
yang bisa membantu kita semua dalam memproyeksi diri yang sukses ke luar. Jadi,
Jika ada ke-raguan dan ke-engganan untuk berterima kasih dan bersyukur dalam
skala dan frekuensi luad biasa, maka sebaiknya Anda urungkan niat Anda untuk
menjadi personafikasi dari sukses itu sendiri. Aammiiin ...

ConversionConversion EmoticonEmoticon